Pages

Tuesday, September 15, 2015

Pengamatan sel dari masa ke masa

Para ahli biologi sekarang ini banyak menaruh perhatian pada sel. Hal ini dikarenakan hampir seluruh pemahaman terhadap proses dan kegiatan-kegiatan yang terjadi pada makhluk hidup diawali dengan mempelajari struktur dan fungsi sel. Pada masa lalu sebelum ditemukannya mikroskop, para ahli biologi belum menyadari akan pentingnya sel sebagai unit struktural dan fungsional dari kehidupan. Mengapa demikian? Karena skala penglihatan mata manusia sangat terbatas dan tidak mungkin dapat mengamati suatu objek yang berukuran kurang dari 100 mikron tanpa memakai alat bantu seperti mikroskop. Ukuran sel begitu kecil, berkisar antara 5 – 15 mikron. Ukuran sel yang sedemikian kecil itu di luar jangkauan pengamatan mata telanjang manusia. Hanya setelah ditemukannya suatu alat yang dinamakan mikroskop maka mulailah para ilmuwan mencurahkan perhatiannya pada apa yang dinamakan sel.

Struktur sel untuk pertama kali dilaporkan oleh seorang ilmuwan Inggris bernama Robert Hooke, tepatnya pada tahun 1665 atau kurang lebih 342 tahun yang lalu. Ia telah melakukan penelitian pada sayatan tumbuhan gabus (Quercus suber) yang sangat tipis dengan menggunakan mikroskop. Pada sayatan gabus tersebut ditemukan adanya ruang-ruang kosong yang dibatasi dinding-dinding dan tampak seperti sarang lebah madu. Ia memberi nama penemuannya itu ”cella” yang artinya ruang kosong.

Penemuan Robert Hooke mengenai struktur berongga yang terdapat pada sel gabus tersebut sebenarnya hanya mengenai sel mati. Di dalam sel semacam itu hanya terlihat rongga sel tanpa isi. Akan tetapi, penemuan tersebut telah memberikan dorongan kepada para ilmuwan lainnya untuk  mempelajari dan menyelidiki sayatan-sayatan yang dibuat dari bagian tubuh makhluk hidup.




Gambar a memperlihatkan bentuk sel yang ditemukan oleh Robert Hooke dengan menggunakan mikroskop cahaya sederhana (Gambar b). Sejak saat itu, pengamatan terhadap sel berkembang pesat dengan menggunakan mikroskop cahaya sampai perbesaran ratusan kali (Gambar c) memperlihatkan bentuk sel yang lebih jelas (Gambar d). Lebih dari itu, perkembangan paling mutakhir saat ini adalah mengamati struktur sel menggunakan mikroskop elektron (Gambar e) yang mampu memperlihatkan ultra struktur sel dengan perbesaran sampai ribuan kali. Dengan demikian, pengamatan kita saat ini terhadap sel memungkinkan kita untuk mempelajari setiap rincian struktur sel.

Gambar diatas Perkembangan pengamatan sel dari masa ke masa, a. bentuk sel yang pertama kali diamati oleh Robert Hooke, b. mikroskop yang digunakan oleh Robert Hooke, c. bentuk sel tumbuhan yang diamati oleh mikroskop cahaya, d. ultrastruktur sentriol yang difoto menggunakan mikroskop elektron, foto kemudian dimodelkan agar lebih mudah dipahami, e. bagian-bagian mikroskop elektron.

Mikroskop bukanlah satu-satunya perlengkapan yang digunakan untuk menyelidiki sel, melainkan ada metode baru yang telah dikembangkan, yaitu dengan memisahkan bagian-bagian sel dan kemudian mengisolasinya untuk penelitian yang lebih teliti. Bagaimanakah seorang ilmuwan dapat menemukan gagasan semacam itu?


Bagian-bagian yang terdapat di dalam sel memiliki massa yang berbeda-beda. Apabila sekumpulan isi sel ditempatkan pada pemusing (sentrifuge) maka bagian yang paling berat akan mengendap ke lapisan paling bawah. Sebaliknya, bagian yang paling ringan akan terapung di permukaan. Dengan cara demikian, orang dapat memisahkan bagian demi bagian sel untuk dianalisa susunan kimianya atau untuk diadakan percobaan-percobaan yang lebih lanjut. Pengetahuan tentang sel pada masa sekarang telah jauh berbeda daripada pengertian yang diperoleh Robert Hooke pada tahun 1665 saat sel baru ditemukan.